RANGKUMAN
“MORFOLOGI”
Dosen Pengampuh:
Ady Saputra, M.Pd
Di
susun oleh :
NAMA
: VANI ANGGRAINI
NPM
: 1640605040
LOKAL
: A
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN
2017
A.
Pengertian Morfologi
Kata
morfologi berasal dari kata morphologie. Kata morphologie berasal dari bahasa
Yunani. Morphologie terdiri dari dua kata yaitu, morpheyang berarti bentuk dan
logosyang berarti ilmu. Jadi, secara harfiah kata morfologi berarti ilmu
mengenai bentuk. Di dalam kajian linguistik, morfologi berarti cabang ilmu
bahasa yang seluk-beluk bentuk kata dan perubahannya serta dampak dari
perubahan itu terhadap arti (makna) dan kelas kata.
Menurut
Ramlan pengertian morfologi adalah bagian dari ilmu bahasa yang mempelajari
seluk beluk bentuk kata serta perubahan bentuk kata serta perubahan bentuk kata
terhadap arti dan golongan kata. Bentuk kata yaitu :
a. Kata
dasar, contohnya sepeda
b. Kata
berimbuhan, contoh berepeda
c. Kata
majemuk, contohnya sapu tangan
d. Kata
ulang, contohnya berbondong-bondong
Pembagaian bentuk kata
menurut C.A. Mees yang berkebangsaan Belanda terdiri dari:
a. Kata
benda
b. Kat
c. a
kerja
d. Kata
sifat
e. Kata
ganti
f. Kata
bilangan
g. Kata
depan
h. Kata
sandang
i.
Kata Sambung
j.
seruKata keterangan
Perbedaan golongan arti kata – kata tidak lain disebabkan oleh
perubahan bentuk kata
B.
Proses Morfologi
Proses morfologi ialah proses pembentukan kata –
kata dari satuan lain yang merupakan bentuk dasarnya. Dalam Bahasa Indonesia
terdapat tiga proses morfologi, ialah proses pembubuhan afiks (afiksasi),
proses pengulangan (reduplikasi), dan proses pemajemukan (pemajemukan).
Disamping tiga proses morfologi tersebut, dalam bahasa Indonesia sebenarnya
masih ada satu proses lagi yang disini disebut zero. Proses ini hanya meliputi
sejumlah kata tertentu, ialah kata – kata makan, minum, minta, dan mohon, yang
semuanya teramsuk golongan kata verbal yang transitif.
C.
Macam – macam Proses Morfologi
1.
Proses Pembubuhan Afiks (afiksasi)
Afiksasi merupakan nama lain dari morfem terikat. Morfem
terikatmerupakan kata yang tidak dapat berdiri sendiri. Sedangkan kata
yangdapat berdiri sendiri disebut sebagai morfem bebas.
Afiksasi terdiri atas:
•
prefiks (ber-, me-, pe-, per-, di-,
ter-, ke-, se-).
•
sufiks (–kan, –an, –i),
•
infiks (–el-, -em-, -er-),
•
konfiks (ber-kan, ber-an, per-kan,
per-an, per-i, pe-an, di-kan, di-i,me-kan, me-i, ter-kan, ter-i, ke-an), dan
•
simulfiks (memper-kan, memper-i,
diper-kan, diper-i).
2. Komposisi
atau Pemajemukan dalam Bahasa Indonesia
Komposisi adalah proses kata
pemajemukan. Kata majemuk ialah gabungan kata dasar yang telah bersenyawa atau
yang sudah membentuk satu kesatuan dan menimbulkan arti baru (Alisjahbana,
1953).
Contoh
: Keras+kepala = keras kepala
Kamar+mandi = kamar mandi
Mata+pelajaran = mata
pelajaran
Kumis+kucing = kumis kucing
3.
Pengulangan (Reduplikasi)
Pengulangan atau redupliksai adalah
pengulangan satuan gramatik, baik seluruh, maupun sebagian, baik variasi fonem
maupun tidak, hasil pengulangan itu merupakan kata ulang, sedangkan satuan yang
diulang merupakan bentuk dasar. Misalnya, rumah – rumah dari bentuk dasar
rumah.
Cara
Menentukan Bentuk Dasar Kata Ulang
1. Pengulangan
tidak merubah golongan kata nomina, verb, dan subjek
Contoh
: Berkata – kata dari bentuk dasar berkata.
Pada
cara ini ada pengecualian yaitu pada imbuhan se- nya. misalnya stinggi –
tingginya ini tidak merupakan pengulangan karena kata setinggi – tingginya
merupakan kata keterangan.
2. Bentuk
dasar berupa satuan dalam kehidupan bahasa Indonesia.
Contoh
: Mepertahan – tahankan
Bentuk
dasarnya bukan mepertahankan melainkan mempertahankan, karena mempertahan tidak
terdapat dalam pemakaian bahasa Indonesia.
Macam
– Macam Pengulangan
1. Pengulangan
Seluruh
Pengulangan
seluruh ialah pengulangan seluruh
bentuk dasar, tanapa perubahan fonem
adan tidak
berkombinasi dengan proses perubahan
afiks.,
misalnya sepeda sepeda – sepeda.
2. Pengulangan
sebagian ialah pengulangan sebagian
dari bentuk
dasarnya. misalnya mengambil – ambil.
3. Pengulangan
Yang Berkombinasi Dengan Proses Pembubuhan Afiks
Pengulangan yang berkombinasi dengan
proses
pembubuhan afiks yaitu, bentuk dasar
diulang
seluruhnya dan berkombinasi dengan
proses
pembubuhan afiks, maksudnya pengulanag
itu terjadi
bersama – sama dengan proses pembubuhan
afiks dan
bersama – sama pula mendukung satu
fungsi.
4. Misalnya,
kereta – keretaan. Pengulangan Dengan Perubahan Fonem Kata
ulang
yang pengulangannya termasuk golongan ini sebenarnya sangat sedikit
Disamping bolak – balik terdapat
kata kebalikannya,
sebaliknya, dibalik, membalik, dari
perbandingan itu
dapat disimpulkan bahwa kata bolak –
balik dibentuk
dari bentuk dasar balik yang diulang
seluruhnya
dengan perubahan fonem, ialah dari /a/,
menjadi /o/,
dan dari /i/, menjadi /a/.
D.
Pengertian Morfem
Morfologi
mengenal unsur dasar atau satuan terkecil dalam wilayah pengamatannya.morfem
adalah satuan gramatikal yang terkecil sebagai satuan gramatikal, morfem
mempunyai makna. Dalam ilmu bahasa dikenal satuan seperti kata, frase,
klausa,kalimat. Dalam praktek morfem dapat dikenal dan ditemukan dengan jalan
memperbandingkan satuan-satuan ujaran yang mengandung kesamaan dan pertentangan
Contoh
:
Dalam
bentuk fonologis dalam makna dibandingangkan dengan kata:
a. Di
ambil - ambil
b. Di
bawa - bawa
c. Di
curi - curi
d. Di
dukung - dukung
- Jenis-jenis Morfem
Berdasarkan criteria tertentu, kita dapat
mengklasifikasikan morfem menjadi berjenis-jenis. Penjenisan ini dapat ditinjau
dari dua segi yakni hubungannya dan distribusinya (Samsuri, 1982:186;
Prawirasumantri, 1985:139).
- Ditinjau dari Hubungannya
Pengklasifikasian
morfem dari segi hubungannya, masih dapat kita lihat dari hubungan struktural
dan hubungan posisi.
- Ditinjau dari Hubungan Struktur
Menurut
hubungan strukturnya, morfem dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu morfem
bersifat aditif (tambahan) yang bersifat replasif (penggantian),
dan yang bersifat substraktif (pengurangan).
- Ditinjau dari Hubungan Posisi
Dilihat dari hubungan
posisinya, morfem pun dapat dibagi
menjadi tiga macam yakni ; morfem yang bersifat urutan, sisipan, dan
simultan. Tiga jenis morfem ini akan jelas bila diterangkan dengan
memakai morfem-morfem imbuhan dan morfem lainnya
- Ditinjau dari Distribusinya
Ditinjau dari
distribusinya, morem dapat dibagi menjadi dua macam yaitu morfem bebas dan
morem ikat. Morfem bebas ialah morfem yang dapat berdiri dalam tuturan biasa ,
atau morfem yang dapat berfungsi sebagai kata,
misalnya : bunga, cinta, sawah, kerbau.
Sementara
itu, wakil ketua DPRD Tarakan, Muddain mengatakan, DPRD tidak mempunyai
kewenangan dalam tataran teknis, melainkan akan menerapkan kebijakan dan
merekomendasikan hasil langsung diterapkan pada RAT 2017. Ke depan, jika sudah
dilaksanakannya RAT, maka perlu ada transsparansi keuangan serta hasil
pengembangan usaha. “ke depan, koperasi TKBM wajib mendaftarakan seluruh anggota
ke BPJS ketenagakerjaan. Pada RAT nanti”, katanya.
Pada
paragraf diatas terdapat beberapa morfem terikat dan morfem bebas diantaranya
sebagai berikut :
Morfem
terikat
- Mengatakan
- Mempunyai
- Melainkan
- Menerapkan
- Kebijakan
- Merekomendasikan
- Diterpkan
- Dilaksanakannya
- Keuangan
- Pengembangan
- Kedepan
- Mendaftarkan
- Ketenagakerjaan
- Mudahan
- Dijalankan
- Katanya
Morfem bebas
1. Itu
2.
Wakil
3.
Ketua
4.
DPRD
5.
Tarakan
6.
Tidak
7.
Dalam
8.
Dan
9.
Pada
10. Akan
11. Hasil
12. Rapat
13. Jika
14. Sudah
15. Ada
16. Perlu
17. Nanti
18. Usaha
19. Ini
20. bisa
DAFTAR
PUSTAKA
Kridalaksana, Harimurti. 2001. Kamus Linguistik. Edisi
Ketiga. Jakarta: Gramedia.
Chaer, Abdul. 2008. Morfologi Bahasa Indonesia: Pendekatan
Proses. Jakarta: Rineka Cipta.
Sutawijaya, Alam. 1996. Morfologi Bahasa Indonesia. Jakarta:
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Alwi, Hasan, dkk (peny). 1998. Tata Bahasa Baku Bahasa
Indonesia. Edisi ketiga. Jakarta: Balai Pustaka.
Resmini, Novi, dkk. 2006. Kebahasaan (Fanologi, Morfologi dan
Semantik). Bandung: UPI PRESS.
Tugasnya bagus...Lanjutkan!!!
BalasHapus