RANGKUMAN
“Fungsi dan Ragam Bahasa”
Dosen Pengampuh:
Ady Saputra, M.Pd
Di
susun oleh :
NAMA : VANI ANGGRAINI
NPM
: 1640605040
LOKAL
: A
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN
FEBRUARI 2017
FUNGSI
DAN RAGAM BAHASA
A.
Pengertian
Bahasa
Menurut
Groys Keraf (1997 : 1), Bahasa adalah alat komunikasi antara anggota masyarakat
beruba simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Mungkin ada yang
keberatan dengan mengatakan bahwa bahasa bukan satu-satunya alat untuk
mengadakan komunikasi. Mereka menunjukkan bahwa dua orang atau pihak yang
mengadakan komunikasi dengan menggunakan cara-cara tertentu yang telah
disepakati bersama. Lukisan-lukisan, asap api, bunyi gendang atau tong-tong dan
sebagainya. Tetapi mereka itu harus mengakui pula bahwa bila dibandingkan
dengan bahasa, semua alat komunikasi tadi mengandung banyak segi yang lemah
B.
Fungsi
Bahasa
Menurut
Felicia (2001 : 1), dalam berkomunikasi sehari-hari, salah satu alat komunikasi
yang paling sering digunakan adalah bahasa, baik bahasa lisan maupun bahasa tulis. Begitu dekatnya
kita kepada bahasa, terutama bahasa Indonesia, sehingga tidak dirasa perlu
untuk mendalami dan mempelajari bahasa Indonesia secara lebih jauhh. Akibatnya,
sebagai pemakai bahasa, orang indonesia tidak terampil menggunakan bahasa.
Suatu kelemahan yang tidak disadari.
Fungsi bahasa secara umum adalah
sebagai alat untuk berekspresi, berkomunikasi, dan alat untuk mengadakan
integrasi dan adaptasi sosial.
a. Untuk
tujuan praktis, yaitu sebagai alat perhubungan dalam pergaulan sehari-hari
b. Untuk
tujuan estetika, yaitu sebagai alat pemuasan rasa estetika
c. Untukk
tujuan kecendekiaan, yaitu sebagai alat dan pemelajaran pengetahuan
d. Untuk
tujuan filologi, yaitu sebagai alat mengkaji naskah kuno, latar sejarah bahasa
dan bangsa, budaya dan pengembangan bangsa.
Fungsi bahasa Indonesia
secara khusus
a. Sebagai
bahasa kebangsaan (nasional) sesuatu bahasa itu berfungsi sebagai alat
1. Lambang
kebanggan nasional yang mencerminkan nilai sosial budaya masyarakat.
2. Lambang
jati diri nasional yang mengekang kemasukkan unsur asing kecuali yang dianggap
perlu berasaskan tata cara tertentu.
3. Alat
pemersatu masyarakat yang berbeda latang budaya dengan berbagai kepentingan.
4. Alat
perhubungan antara daerah dan antara budaya yang saling merentasi
Fungsi ini terdapat
dalam “Hasil Perumusan Seminar Politik Bahasa Nasioanl”yang diselenggarakan di
Jakarta pada tanggal 25-28 Februari 1975
antara lain menegaskan bahwa dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional.
b. Sebagai
Bahasa Negara
Bahasa negara adalah bahasa yang
digunakan dalam administrasi Negara baik secara lisan maupun tulisan. Posisi
bahasa Negara ini dapat dilihat pemakaiannya dalam pemeritahan secara resmi.
Dalam aktivitas kenagaraan, bahasa Negara mempunyai empat fungsi, yaitu:
1. Bahasa
resmi kenegaraan
2. Bahasa
pengantar resmi di sekolah dan universitas
3. Bahas resmi tingkat
nasional dalam kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan Indonesia
4. Bahasa resmi kebudayaan
dalam pengembangan kebudayaan, ilmu, teknologi dan komunikasi di Indonesia.
Bahasa
resmi Negara ini dikukuhkan dalam UUD 1945, pasal 36 bab XV sehingga telah
memainkan perannya dalam kehidupan bernegara. Fungsi ini terdapat
dalam Dalam “Hasil Perumusan Seminar Politik Bahasa Nasional” yang
diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 25-28 Februari 1975 dikemukakan bahwa
di dalam kedudukannya sebagai bahasa Negara.
c. Fungsi bahasa dalam
masyarakat
1. Alat untuk berkomunikasi
dengan sesama manusia
2. Alat untuk bekerja sama
dengan sesama manusia
3. Alat mengidentifikasi diri
C.
Ragam Bahasa
Ragam bahasa adalah variasi bahasa yang pemakaiannya
berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, lawan
bicara, dan orang yang dibicarakan, serta menurut media pembicaraan.
1.
Macam-macam ragam bahasa :
1.
Ragam baku adalah ragam
bahasa yang oleh penuturnya dipandang sebagai ragam yang baik. Ragam ini biasa
dipakai dalam kalangan terdidik, karya ilmiah, suasana resmi, atau surat resmi.
2.
Ragam cakapan (ragam akrab) adalah
ragam bahasa yang dipakai apabila pembicara menganggap kawan bicara sebagai
sesama, lebih muda, lebih rendah statusnya atau apabila topik pembicara
bersifat tidak resmi.
3.
Ragam hormat adalah
ragam bahasa yang dipakai apabila lawan bicara orang yang dihormati, misalnya
orang tua dan atasan.
4.
Ragam kasar adalah ragam
bahasa yang digunakan dalam pemakaian tidak resmi di kalangan orang yang saling
mengenal.
5.
Ragam lisan adalah ragam
bahasa yang diungkapkan melalui media lisan, terkait oleh ruang dan waktu
sehingga situasi pengungkapan dapat membantu pemahaman. Bahasa lisan lebih
ekspresif di mana mimik, intonasi, dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi
satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan. Ragam lisan dapat kita temui,
misalnya pada saat orang berpidato atau memberi sambutan, dalam situasi
perkuliahan, ceramah, dan ragam lisan yang non standar, misalnya dalam
percakapan antar teman, di pasar, atau dalam kesempatan non formal lainnya.
6.
Ragam resmi adalah ragam
bahasa yang dipakai dalam suasana resmi.
7.
Ragam tulis adalah ragam
bahasa yang digunakan melalui media tulis, tidak terkait ruang dan waktu
sehingga diperlukan kelengkapan struktur sampai pada sasaran secara visual.
Ragam tulis pun dapat berupa ragam tulis yang standar maupun non standar. Ragam
tulis yang standar kita temui dalam buku-buku pelajaran, teks, majalah, surat
kabar, poster, iklan. Kita juga dapat menemukan ragam tulis non standar dalam
majalah remaja, iklan, atau poster.
8.
Ragam bahasa pada bidang tertentu
seperti bahasa istilah hukum, bahasa sains, bahasa jurnalistik, dsb.
9.
Ragam bahasa perorangan atau idiolek
seperti gaya bahasa mantan presiden Soeharto, gaya bahasa Benyamin s, dan lain
sebagainya.
10.
Ragam bahasa pada kelompok anggota
masyarakat suatu wilayah atau dialek seperti dialek bahasa Madura, Medan,
Sunda, Bali, Jawa, dan lain sebagainya.
11.
Ragam bahasa pada kelompok anggota
masyarakat suatu golongan sosial seperti ragam bahasa orang akademisi beda
dengan ragam bahasa orang-orang jalanan.
Macam-macam
ragam bahasa yang disebutkan diatas dapat dibedakan lagi menjadi sebagai
berikut :
Berdasarkan pokok pembicaraan :
1. Ragam bahasa undang-undang
2. Ragam bahasa jurnalistik
3. Ragam bahasa ilmiah
4. Ragam bahasa sastra
Berdasarkan media pembicaraan :
Ragam lisan yang antara lain meliputi:
1. Ragam bahasa cakapan
2. Ragam bahasa pidato
3. Ragam bahasa kuliah
4. Ragam bahasa panggung
2. Ciri-ciri
ragam bahasa lisan :
1. Adanya lawan bicara
2. Terikat waktu dan ruang
3. Dapat dibantu dengan mimik muka/wajah, intonasi, dan gerakan
anggota tubuh
4. Unsur-unsur dramatika biasanya dinyatakan dihilangkan atau
tidak lengkap
Ragam
tulis yang antara lain meliputi:
1. Ragam bahasa teknis
2. Ragam bahasa undang-undang
3. Ragam bahasa catatan
4. Ragam bahasa surat
3. Ciri-ciri ragam bahasa tulis :
1. Tidak mengharuskan kedatangan/kehadiran pembaca
2. Diperlukan ejaan atau tanda baca Kalimat ditulis
secara lengkap
3. Komunikasi resmi
4. Wacana teknis
5. Pembicaraan di depan khalayak ramai
6. Pembicaraan dengan orang yang dihormati
Bahasa lisan lebih ekspresif di mana mimik, intonasi, dan
gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang
dilakukan. Lidah setajam pisau / silet oleh karena itu sebaiknya dalam
berkata-kata sebaiknya tidak sembarangan dan menghargai serta menghormati lawan
bicara / target komunikasi.
Bahasa
isyarat atau gesture atau bahasa tubuh adalah salah satu cara bekomunikasi
melalui gerakan-gerakan tubuh. Bahasa isyarat akan lebih digunakan permanen
oleh penyandang cacat bisu tuli karena mereka memiliki bahasa sendiri.
Ragam bahasa menurut hubungan antarpembicara, dibedakan
menurut akrab tidaknya pembicara:
1. bahasa resmi
2. Ragam bahasa akrab
3. Ragam bahasa agak resmi
4. Ragam bahasa santai, dan sebagainya
Daftar Pustaka
Agus, Ruhyadi. 2009. Diktat Kuliah Bahasa
Indonesia. Bekasi
Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan
Nasional RI.2010. Panduan EYD dan Tata Bahasa Indonesia. Jakarta :
Transmedia
http://organisasi.org/definisi-pengertian-bahasa-ragam-dan-fungsi-bahasa-pelajaran
bahasa-indonesia