Minggu, 26 Februari 2017

cara hewan berkomunikasi



NAMA            : VANI ANGGRAINI
NPM               : 1640605040
LOKAL          : A
PRODI            : PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR



Apakah sesama hewan dalam berkomunikasi menggunakan bahasa? Jika ia sertakan dengan teori jika tidak ada sertakan toeri pula!

Jawaban :

Menurut pendapat saya hewan tidak menggunakan bahasa dalam berkomunikasi dengan sesamanya. Cara komunikasi hewan berbeda dengan manusia, manusia menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi mereka. Manusia tidak hanya menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi mereka , melainkan dengan cara berekspresi, tanda, atau gerakan tubuh. Kita bisa memahami maksud-maksud tertentu dari yang disampaikan orang lain. Hewan tidak memiliki kemampuan menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi mereka sebagaimana manusia. Jika manusia menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi utama mereka. Berbeda dengan hewan, hewan punya cara lain untuk berkomunikasi dengan sesamanya, dimana penggunaan bahasa tubuh adalah alat utama komunikasi mereka. Mereka berkomunikasi yang bertujuan untuk menyampaikan lokasi makanan, alarm tanda bahaya, apresiasi perbuatan baik seperti membantu hewan lain dalam situasi berbahaya, dan lainnya

hakikat bahasa



RANGKUMAN
“Hakikat Bahasa”
Dosen Pengampuh:
Ady Saputra, M.Pd




Di susun oleh :
  NAMA     : VANI ANGGRAINI
  NPM        : 1640605040
  LOKAL    : A



PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN
FEBRUARI 2017


Hakikat Bahasa
            Definisi bahasa yaitu sistem tanda bunyi yang disepakati untuk dipergunakan oleh para anggota kelompok masyarakat tertentu dalam bekerja sama, berkomunikasi, dan mengidentifikasikan diri. Bahasa merupakan suatu ungkapan yang mengandung maksud untuk menyampaikan sesuatu kepada orang lain. Sesuatu yang dimaksud oleh pembicara bisa dipahami dan dimengerti oleh pendengar atau lawan bicara melalui bahasa yang diungkapkan.  Berikut merupakan ciri-ciri hakikat bahasa:
1.      Bahasa sebagai sebuah sistem
Sistem berarti susunan teratur berpola yang membentuk suatu keseluruhan
yang bermakna atau berfungsi, sistem terbentuk oleh sejumlah unsur yang satu dan yang lain berhubungan secara fungsional. Bahasa menurut sistematis adalah bahasa yang dapat diuraikan atas satuan-satuan yang berkombinasi dengan kaidah-kaidah yang dapat diramalakan. Sedangkan menurut sistemis bahasa itu bukanlah sistem yang tunggal, melainkan beberapa subsistem, yaitu fonologi, gramatika, dan leksikon.

2.      Bahasa berwujud lambang
Lambang dengan berbagai seluk beluknya dikaji orang dalam bidang kajian ilmu semiotik, yaitu ilmu yang mempelajari tanda-tanda yang ada dalam kehidupan manusia. Lambang adalah hal atau benda yang mewakili sesuatu, atau hal yang menimbulkan reaksi yang sama bila  orang menanggapi apa yang diwakilinya itu. Bahasa mewakili sesuatu, sehingga bahasa itu memiliki makna, artinya bahasa berkaitan dengan segala aspek kehidupan dan alam sekitar

3.      Bahasa berupa bunyi
Menurut Kridalaksana (1983) bunyi adalah kesan pada pusat saraf sebagai akibat dari getaran gendang telinga yang bereaksi karena perubahan dalam tekanan udara. Bunyi bahasa adalah bunyi yang dihasilkan alat ucap manusia termasuk bunyi bahasa.

4.      Bahasa bersifat arbitrer
Kata arbitrer bisa diartikan “sewenang-wenang, berubah, tidak tetap, manasuka”. Yang dimaksud dengan istilah arbitrer itu adalah tidak adanya hubungan wajib antara lambang bahasa ( yang terwujud bunyi itu)dengan konsep atau pengertian yang dimaksud oleh lambang tersebut. Ferdinant de Saussure (1966: 67) dalam dikotominya membedakan  apa yang dimaksud signifiant dan signifie. Signifiant (penanda) adalah lambang bunyi itu, sedangkkan  signifie adalah pertanda konsep yang dikandung signifiant.

5.      Bahasa itu bermakna
Salah satu sifat hakiki dari bahasa adalah bahasa itu berwujud lambang. Sebagai lambang, bahasa melambangkan suatu pengertian, suatu konsep, suatu ide atau suatu pikiran yang ingin disampaikan dalam wujud bunyi itu. Maka, dapat dikatakan bahwa bahasa itu mempunyai makna. Sesuatu diberi makna di dalam bahasa tertentu karena demikianlah kesepaktan pemakai bahasa itu, dan para pemakai baru tinggal mempelajarinya.

6.      Bahasa bersifat konvensional
Semua anggota masyarakat bahasa itu mematuhi konvensi bahwa lambang tertentu digunakan untuk mewakili konsep yang diwaakilinya. Misalnya, binatang berkaki empat yang dapat ditunggangi, dilambangkan dengan bunyi (kuda), sehingga seluruh masyarakat berbahasa indonesia harus mematuhinnya.

7.      Bahasa bersifat unik
Tiap bahasa memiliki ciri khas spesifik yang tidak harus ada dalam bahasa lain, seperti sistem bunyi, pembentukan kata, pembentukan kalimat, dan lain-lain.

8.      Bahasa bersifat universal
Tiap bahasa memiliki sifat-sifat bahasa yang sama seperti yang dimiliki oleh bahasa lain. Misalnya, ciri universal bahasa yang paling umum adalah bahwa bahasa itu mempunyai bunyi yang tersdiri dari vokal dan konsonan.

9.      Bahasa bersifat produktif
Sebagai sistem dari unsur-unsur yang jumlahnya terbatas, bahasa dipakai secara tidak terbatas oleh pemakainya, meski secara relatif, sesuai dengan sistem yang berlaku dalam bahasa itu.

10.  Bahasa bervariasi
Anggota masyarakat suatu bahasa biasanya terdiri dari berbagai orang dengan berbagai status sosial dan latar belakang budaya yang tidak sama. Karena perbedaan tersebut, maka bahasa yang digunakan menjadi variasi. Bahasa itu dipakai oleh kelompok manusia berdasarkan jenis kelamin, usia, kedudukan, profesi, tingkat sosial, dan lain sebagainya.

11.  Bahasa bersifat dinamis
Bahasa tidak pernah lepas dari segala kegiatan dan gerak manusia sepanjang keberadaan manusia itu sebagai makhluk hidup yang berbudaya dan bermasyarakat. Karena keterkaitan dan berkaitan bahasa itu dengan manusia, sedangkan dalam kehidupannya dalam masyarakat kegiatan manusia itu selalu berubah maka bahasa menjadi ikut berubah, menjadi tidak tetap, menjadi dinamis.

12.  Bahasa itu manusiawi
Alat komunikasi manusia berbeda dengan binatang. Alat komunikasi binatang bersifat tetap, statis. Sedangkan alat komunikasi manusia, yaitu bahasa bersifat produktif dan dinamis maka, bahasa bersifat manusiawi, dalam arti bahasa itu hanya milik manusia dan hanya dapat dipergunakan oleh manusia



Daftar Pustaka



Chaer, Abdul. 2007. Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta
Santoso, Sukrisno. 2009. Resume Buku Linguistik Umum Karya Abdul Chaer. Resume (Online)   diakses pada 10 Februari 2017 di http://sastra33.blogspot.com/2011/06/linguistik-umum-22.html
 

fungsi dan ragam bahasa



RANGKUMAN
“Fungsi dan Ragam Bahasa”
Dosen Pengampuh:
Ady Saputra, M.Pd




Di susun oleh :
                               NAMA       : VANI ANGGRAINI
  NPM          : 1640605040
  LOKAL      : A





PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN
FEBRUARI 2017



FUNGSI DAN RAGAM BAHASA
A.    Pengertian Bahasa
Menurut Groys Keraf (1997 : 1), Bahasa adalah alat komunikasi antara anggota masyarakat beruba simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Mungkin ada yang keberatan dengan mengatakan bahwa bahasa bukan satu-satunya alat untuk mengadakan komunikasi. Mereka menunjukkan bahwa dua orang atau pihak yang mengadakan komunikasi dengan menggunakan cara-cara tertentu yang telah disepakati bersama. Lukisan-lukisan, asap api, bunyi gendang atau tong-tong dan sebagainya. Tetapi mereka itu harus mengakui pula bahwa bila dibandingkan dengan bahasa, semua alat komunikasi tadi mengandung banyak segi yang lemah
B.     Fungsi Bahasa
Menurut Felicia (2001 : 1), dalam berkomunikasi sehari-hari, salah satu alat komunikasi yang paling sering digunakan adalah bahasa, baik bahasa  lisan maupun bahasa tulis. Begitu dekatnya kita kepada bahasa, terutama bahasa Indonesia, sehingga tidak dirasa perlu untuk mendalami dan mempelajari bahasa Indonesia secara lebih jauhh. Akibatnya, sebagai pemakai bahasa, orang indonesia tidak terampil menggunakan bahasa. Suatu kelemahan yang tidak disadari.
Fungsi bahasa secara umum adalah sebagai alat untuk berekspresi, berkomunikasi, dan alat untuk mengadakan integrasi dan adaptasi sosial.
a.    Untuk tujuan praktis, yaitu sebagai alat perhubungan dalam pergaulan sehari-hari
b.    Untuk tujuan estetika, yaitu sebagai alat pemuasan rasa estetika
c.    Untukk tujuan kecendekiaan, yaitu sebagai alat dan pemelajaran pengetahuan
d.   Untuk tujuan filologi, yaitu sebagai alat mengkaji naskah kuno, latar sejarah bahasa dan bangsa, budaya dan pengembangan bangsa.
Fungsi bahasa Indonesia secara khusus
a.       Sebagai bahasa kebangsaan (nasional) sesuatu bahasa itu berfungsi sebagai alat
1.      Lambang kebanggan nasional yang mencerminkan nilai sosial  budaya masyarakat.
2.      Lambang jati diri nasional yang mengekang kemasukkan unsur asing kecuali yang dianggap perlu berasaskan tata cara tertentu.
3.      Alat pemersatu masyarakat yang berbeda latang budaya dengan berbagai kepentingan.
4.      Alat perhubungan antara daerah dan antara budaya yang saling merentasi
Fungsi ini terdapat dalam “Hasil Perumusan Seminar Politik Bahasa Nasioanl”yang diselenggarakan di Jakarta  pada tanggal 25-28 Februari 1975 antara lain menegaskan bahwa dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional.
b.      Sebagai Bahasa Negara
Bahasa negara adalah bahasa yang digunakan dalam administrasi Negara baik secara lisan maupun tulisan. Posisi bahasa Negara ini dapat dilihat pemakaiannya dalam pemeritahan secara resmi. Dalam aktivitas kenagaraan, bahasa Negara mempunyai empat fungsi, yaitu:
1.      Bahasa resmi kenegaraan
2.      Bahasa pengantar resmi di sekolah dan universitas
3.      Bahas resmi tingkat nasional dalam kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan Indonesia
4.      Bahasa resmi kebudayaan dalam pengembangan kebudayaan, ilmu, teknologi dan komunikasi di Indonesia.
Bahasa resmi Negara ini dikukuhkan dalam UUD 1945, pasal 36 bab XV sehingga telah memainkan perannya dalam kehidupan bernegara. Fungsi ini terdapat dalam Dalam “Hasil Perumusan Seminar Politik Bahasa Nasional” yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 25-28 Februari 1975 dikemukakan bahwa di dalam kedudukannya sebagai bahasa Negara.

c.       Fungsi bahasa dalam masyarakat
1.      Alat untuk berkomunikasi dengan sesama manusia
2.      Alat untuk bekerja sama dengan sesama manusia
3.      Alat mengidentifikasi diri

C.    Ragam Bahasa
Ragam bahasa adalah variasi bahasa yang pemakaiannya berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, lawan bicara, dan orang yang dibicarakan, serta menurut media pembicaraan.
1. Macam-macam ragam bahasa :
1.         Ragam baku adalah ragam bahasa yang oleh penuturnya dipandang sebagai ragam yang baik. Ragam ini biasa dipakai dalam kalangan terdidik, karya ilmiah, suasana resmi, atau surat resmi.
2.         Ragam cakapan (ragam akrab) adalah ragam bahasa yang dipakai apabila pembicara menganggap kawan bicara sebagai sesama, lebih muda, lebih rendah statusnya atau apabila topik pembicara bersifat tidak resmi.
3.         Ragam hormat adalah ragam bahasa yang dipakai apabila lawan bicara orang yang dihormati, misalnya orang tua dan atasan.
4.         Ragam kasar adalah ragam bahasa yang digunakan dalam pemakaian tidak resmi di kalangan orang yang saling mengenal.
5.         Ragam lisan adalah ragam bahasa yang diungkapkan melalui media lisan, terkait oleh ruang dan waktu sehingga situasi pengungkapan dapat membantu pemahaman. Bahasa lisan lebih ekspresif di mana mimik, intonasi, dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan. Ragam lisan dapat kita temui, misalnya pada saat orang berpidato atau memberi sambutan, dalam situasi perkuliahan, ceramah, dan ragam lisan yang non standar, misalnya dalam percakapan antar teman, di pasar, atau dalam kesempatan non formal lainnya.
6.         Ragam resmi adalah ragam bahasa yang dipakai dalam suasana resmi.
7.         Ragam tulis adalah ragam bahasa yang digunakan melalui media tulis, tidak terkait ruang dan waktu sehingga diperlukan kelengkapan struktur sampai pada sasaran secara visual. Ragam tulis pun dapat berupa ragam tulis yang standar maupun non standar. Ragam tulis yang standar kita temui dalam buku-buku pelajaran, teks, majalah, surat kabar, poster, iklan. Kita juga dapat menemukan ragam tulis non standar dalam majalah remaja, iklan, atau poster.
8.         Ragam bahasa pada bidang tertentu seperti bahasa istilah hukum, bahasa sains, bahasa jurnalistik, dsb.
9.         Ragam bahasa perorangan atau idiolek seperti gaya bahasa mantan presiden Soeharto, gaya bahasa Benyamin s, dan lain sebagainya.
10.     Ragam bahasa pada kelompok anggota masyarakat suatu wilayah atau dialek seperti dialek bahasa Madura, Medan, Sunda, Bali, Jawa, dan lain sebagainya.
11.     Ragam bahasa pada kelompok anggota masyarakat suatu golongan sosial seperti ragam bahasa orang akademisi beda dengan ragam bahasa orang-orang jalanan.
           
                                    Macam-macam ragam bahasa yang disebutkan diatas dapat dibedakan lagi menjadi sebagai berikut :


Berdasarkan pokok pembicaraan :
1.      Ragam bahasa undang-undang
2.      Ragam bahasa jurnalistik
3.      Ragam bahasa ilmiah
4.      Ragam bahasa sastra


Berdasarkan media pembicaraan :     
 Ragam lisan yang antara lain meliputi:
1.      Ragam bahasa cakapan
2.      Ragam bahasa pidato
3.      Ragam bahasa kuliah
4.      Ragam bahasa panggung



2. Ciri-ciri ragam bahasa lisan :
1.      Adanya lawan bicara 
2.      Terikat waktu dan ruang
3.      Dapat dibantu dengan mimik muka/wajah, intonasi, dan gerakan anggota tubuh
4.      Unsur-unsur dramatika biasanya dinyatakan dihilangkan atau tidak lengkap

            Ragam tulis yang antara lain meliputi:
1.      Ragam bahasa teknis
2.      Ragam bahasa undang-undang
3.      Ragam bahasa catatan
4.      Ragam bahasa surat
     
3. Ciri-ciri ragam bahasa tulis :
1.      Tidak mengharuskan kedatangan/kehadiran pembaca
2.       Diperlukan ejaan atau tanda baca Kalimat ditulis secara lengkap
3.      Komunikasi resmi
4.      Wacana teknis
5.      Pembicaraan di depan khalayak ramai
6.      Pembicaraan dengan orang yang dihormati

Bahasa lisan lebih ekspresif di mana mimik, intonasi, dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan. Lidah setajam pisau / silet oleh karena itu sebaiknya dalam berkata-kata sebaiknya tidak sembarangan dan menghargai serta menghormati lawan bicara / target komunikasi.

            Bahasa isyarat atau gesture atau bahasa tubuh adalah salah satu cara bekomunikasi melalui gerakan-gerakan tubuh. Bahasa isyarat akan lebih digunakan permanen oleh penyandang cacat bisu tuli karena mereka memiliki bahasa sendiri.
       
Ragam bahasa menurut hubungan antarpembicara, dibedakan menurut akrab tidaknya pembicara:
1.    bahasa resmi
2.    Ragam bahasa akrab
3.    Ragam bahasa agak resmi
4.    Ragam bahasa santai, dan sebagainya

Daftar Pustaka

Agus, Ruhyadi. 2009. Diktat Kuliah Bahasa Indonesia. Bekasi

            Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan Nasional RI.2010. Panduan EYD dan Tata Bahasa Indonesia. Jakarta : Transmedia
                             
            http://organisasi.org/definisi-pengertian-bahasa-ragam-dan-fungsi-bahasa-pelajaran bahasa-indonesia