Nama : Vani Anggraini
Npm :
1640605040
Lokal :
A
Mata Kuliah :
Bahasa dan Sastra
SINTAKSIS
Sintaksis
merupakan Bagian atau cabang dari ilmu
bahasa yang membicarakan seluk beluk wacana, kalimat, klausa, dan frase.
(Ramlan). Sedangkan menurut Tarigan sintaksis adalah Salah satu cabang dari
tata bahasa yang membicarakan struktur kalimat, klausa, dan frase.
A.
Frase
Satuan gramatik yang terdiri dari dua
kata atau lebih yang tidak melampaui batas fungsi unsur klausa. Kelompok kata
yang menduduki suatu fungsi (Subjek, predikat, pelengkap, objek, dan
keterangan). Berdasarkan kesetaraan
distribusi unsur-unsurnya, frase dibagi 2 jenis:
1.
Frase Endosentrik
a.
Endosentrik Koordinatif
frase yang unsur-unsurnya setara dalam kalimat dapat dihubungkan
dengan kata dan, atau.”
contoh:
·
rumah pekarangan
·
kakek nenek
·
suami istri
b.
Endosentrik Atributif
“ frase yang unsur-unsurnya tidak setara sehingga tak dapat
disisipkan kata penghubung dan, atau”.
Misalnya:
·
buku baru
·
sedang belajar
·
belum mengajar
c.
Endosentrik Apositif
frase yang unsurnya bisa saling menggantikan dalam kalimat tapi
tak dapat dihubungkan dengan kata dan, atau.”
Misal:
·
Amin, anak pak Darto sedang
belajar.
2.
Frase Eksosentrik
Frase yang tidak mempunyai distribusi yang sama dengan semua unsurnya.”
Misalnya:
·
di pasar
·
ke sekolah
Frase ditinjau dari segi persamaan
distribusi dengan golongan atau kategori kata
a.
Frase verbal
Satuan bahasa yang terbentuk dari 2 kata
atau lebih dengan verba(kerja)
sebagai intinya dan tidak merupakan klausa (berpotensi menjadi kalimat”
Contoh:
·
Kapal laut itu sudah berlabuh.
·
Bapak saya belum pergi.
·
Ibu saya sedang mencuci.
b.
Frase nominal
Satuan bahasa yang terbentuk dari 2 kata
atau lebih dengan nominal atau benda sebagai intinya dan tidak merupakan
klausa”.
Contoh:
·
Kakek membeli tiga buah
layang-layang.
·
Dodi makan beberapa butir telur.
c.
Frase Adjektiva
Satuan bahasa yang terbentuk dari 2 kata
atau lebih dengan adjektiva atau sifat sebagai intinya dan tidak merupakan
klausa”.
Contoh:
·
Ibu bapakku sangat gembira.
·
Baju itu sangat indah.
d.
Frase Pronomina
Satuan bahasa yang terbentuk dari 2 kata
atau lebih dengan pronominal
(kata yang mengganti orang) dan hanya menduduki satu fungsi dalam
kalimat.”
Contoh:
·
Saya sendiri
akan pergi ke pasar.
·
Kami sekalian
akan berkunjung ke Bali.
e.
Frase Numeralia
dua kata atau lebih yang hanya menduduki satu fungsi dalam
kalimat namun satuan gramatik itu
intinya pada numeralia”.
contoh:
·
Tiga buah rumah
sedang terbakar.
·
Lima ekor ayam sedang
terbang.
Tugas
600
Remaja LDII Ikuti Pembekalan Nasionalisme dan Bahaya Narkoba
TARAKAN-
Guna menanamkan nilai-nilai nasionalisme
dan bahaya narkoba, Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD
LDII) Kota Tarakan Melaksanakan
pembekalan kepada remaja LDII se-kota Tarakan, Minggu (26/3). Pembekalan ini
juga sebagai implementasi nilai-nilai relegius dari pancasila. Pencegahan,
pemberantasan, penyelahgunaan dan peredaran gelap narkoba kepada reaja LDII
merupakan hal penting demi masa depan generasi penerus. Kegiatan yang diikuti
sekira 600 pemuda-pemudi LDII Kota Tarakan ini dihadiri langsung oleh Wali Kota
Tarakan, Ir Sofian Raga M.Si.
Kehadiran orang nomor satu Tarakan ini untuk memberikan
arahan dan pesan-pesan positif kepada peserta tentang nasionalisme dan bahaya
narkoba. Wali Kota Tarakan dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih
dan apresiasi kepada Ketua DPD LDII Kota Tarakan, H. Bambang Widjanarto beserta
pengurus yang telah turut mendukung program kerja Pemerintah Kota Tarakan untuk
menanamkan nilai-nilai nasionalisme maupun pencegahan bahaya nakoba kepada
masyarakat.
“Nasionalisme tumbuh dari diri sendiri, rasa itu timbul
jika kita merasakan hal yang sama dengan oramg lain atapun masyarakat lainnya
sehingga menciptakan hidup rukun, harmonis dan mempererat tali persaudraaan
terhadap sesama dan tumbuh rasa cinta tanah air”, ungkapnya. Terkait narkoba,
Wali Kota Tarakan mengingatkan kepada remaja LDII bahwa narkoba adalah racun
yang dapat merusak generasi muda,
apalagi negara Indonesia sudah mengalami darurat narkoba. Sementara itu, Dosen
Hukum Universitas Borneo Tarakan, Dr Muhammad Ilham Agang SH, MH sebagai
narasumber menyampaikan tentang wawasan kebangsaan.
Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNN
Kota Tarakan, Muhammad Sutaji S.Pd memberikan materi tentang bahaya narkoba.
Dan Dwi Vidia Efiyanto, S.KM memberikan penjelasan tentang pengertian narkoba,
dampak narkoba serta cara menjauhi sehingga tidak terjerumus pada
penyalahgunaan narkoba. “Pemuda LDII memiliki potensi besar yang harus dijaga,
maraknya perearan narkoba mengancam remaja dan harus diantisipasi sejak dini”,
ujar Sutaji.
DPD LDII Kota Tarakan dan BNN Kota Tarakan akan segera
menyusun Meorandum Of Understanding (MoU)
untuk bekerjasama dalam upaya pencegahan dan pemberdayaan masyarakat dalam
mengantisipasi bahaya narkoba di Kota Tarakan.
Frase Verbal
1.
Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah
Islam Indonesia (DPD LDII) kota Tarakan melaksanakan Pembekalan kepada remaja LDII se-kota Tarakan.
Frase Nominal
1.
Kegiatan yang diikuti sekira 600 pemuda-pemudi LDII Kota
Tarakan
2.
Kehadiran orang nomor satu Tarakan
Frase Adjektif
1.
Mempererat tali persaudaraan terhadap sesama
dan tumbuh rasa cinta tanah air.
DAFTAR
PUSTAKA
Radar Tarakan Tanggal 28 Maret 2017
Suparlan 2014. Panduan
Lengakp EYD Yogyakarta : Pustakabarupress
Tidak ada komentar:
Posting Komentar