Nama :
Vani Anggraini
Npm :
1640605040
Lokal :
A
Mata Kuliah :
Bahasa dan Sastra
Hubungan
Teori Sastra Dengan Kritik Sastra Dan Sejarah Sastra
Teori sastra, kritik sastra dan sejarah
sastra saling berkaitan. Ketiga disiplin ilmu sastra tersebut bukanlah disiplin
ilmu yang terpisah-pisah melainkan disiplin ilmu yang saling terkait dalam
proses pengkajian karya sastra.
1.
TEORI
SASTRA DAN KRITIK SASTRA
Teori
sastra adalah teori yang mempelajari kaidah-kaidah, hukum, kategori, kriteria
yang menyangkut aspek-aspek dasar dalam teks sastra dan bagaimana teks tersebut
berfungsi dalam masyarakat. Aspek-aspek dasar yang terdapat di dalam teks
berupa aspek intrinsik dan aspek ekstrinsik. Aspek intrinsik karya sastra
meliputi konvensi bahasa sebagai sarana sastra, konvensi budaya, dan konvensi
sastra itu sendiri. Sedang aspek ekstrinsik berkaitan dengan hal-hal yang
melatar belakangi timbulnya karya sastra, seperti unsur budaya, aliran,
psikologi, filsafat, agama, dan politik.
Di
sisi lain, kritik sastra merupakan ilmu sastra yang mengkaji, menelaah,
mengulas, memberi pertimbangan, memberi penilaian tentang keunggulan dan
kelemahan atau kekurangan karya sastra Kritikan diberikan untuk memberikan
masukan kepada penulisnya tentang kondisi karya yang dihasilkannya dengan
harapan akan menjadi menjadi lebih baik lagi.
Untuk
memberikan pertimbangan atas karya sastra dari sudut keunggulan atau kelemahan
karya sastra kritikus sastra tidak bersifat subjektif. Dia harus bekerja sesuai
dengan konvensi bahasa dan konvensi sastra yang melingkupi karya sastra. Dia
bekerja berdasarkan atas teori sastra yang menjadi landasannya dalam memberikan
penilaian terhadap karya yang ditelitinya. Dalam hal ini teori sastra merupakan
sumber rujukan bagi kritikus sastra sehingga kritik sastranya bermakna bagi
penulisnya.
2. TEORI
SASTRA DAN SEJARAH SASTRA
Sejarah
sastra adalah bagian dari ilmu sastra yang mempelajari perkembangan sastra dari
waktu ke waktu, periode ke periode sebagai bagian dari pemahaman terhadap
budaya bangsa. Teeuw mengemukakan beberapa cara yang dapat dilakukan peneliti
sejarah sastra, antara lain: dengan melihat pengaruh timbal balik antar genre
sastra. Misalnya, bentuk syair dalam sastra klasik sering ditulis kembali dalam
bentuk prosa, dengan melihat pengaruh antarkarya sastra. Misalnya, dalam hasil penelitian
sastra ditemukan terjadinya kesamaan tema cerita dengan pengembangan yang
berbeda. Novel Belenggu, misalnya memperlihatkan transformasi ide tentang
keinginan wanita untuk maju yang telah terungkap dalam novel Layar Terkembang
pada waktu sebelumnya.
Dari
penjelasan diatas telah diketahui bahwa diperlukan teori sastra untuk
menentukan perkembangan sejarah sastra. Demikianlah, dalam perkembangan sejarah
sastra akan terjadi interaksi antara teori sastra dengan sejarah sastra.
3. KRITIK
SASTRA DAN SEJARAH SASTRA
kritik
sastra, seorang kritikus sastra memberikan pertimbangan kepadapenulisnya dengan
menggunakan kaidah-kaidah, hukum, kriteria sastra yang menjadi landasannya
dalam memberikan penilaian terhadap karya sastra.Walaupun kritik sastra
bersifat subjektif, tetapi kesubjektifannya berada pada
koridor sistem sastra.
Di
sisi lain, perkembangan sejarah sastra suatu bangsa, suatu daerah, suatu
kebudayaan, diperoleh dari penelitian karya sastra yang dihasilkan para
peneliti sastra yang menunjukkan terjadinya perbedaan-perbedaan atau persamaan-persamaan
karya sastra pada masa-masa tertentu.
Sumber :
Vavav
BalasHapus