RANGKUMAN
“Hakikat Bahasa”
Dosen Pengampuh:
Ady Saputra, M.Pd
Di
susun oleh :
NAMA
: VANI ANGGRAINI
NPM : 1640605040
LOKAL
: A
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN
FEBRUARI 2017
Hakikat
Bahasa
Definisi bahasa yaitu sistem tanda bunyi yang disepakati
untuk dipergunakan oleh para anggota kelompok masyarakat tertentu dalam bekerja
sama, berkomunikasi, dan mengidentifikasikan diri. Bahasa merupakan suatu
ungkapan yang mengandung maksud untuk menyampaikan sesuatu kepada orang lain.
Sesuatu yang dimaksud oleh pembicara bisa dipahami dan dimengerti oleh
pendengar atau lawan bicara melalui bahasa yang diungkapkan. Berikut merupakan ciri-ciri hakikat bahasa:
1.
Bahasa sebagai sebuah sistem
Sistem berarti susunan teratur berpola
yang membentuk suatu keseluruhan
yang bermakna atau berfungsi, sistem
terbentuk oleh sejumlah unsur yang satu dan yang lain berhubungan secara
fungsional. Bahasa menurut sistematis adalah bahasa yang dapat diuraikan atas
satuan-satuan yang berkombinasi dengan kaidah-kaidah yang dapat diramalakan.
Sedangkan menurut sistemis bahasa itu bukanlah sistem yang tunggal, melainkan
beberapa subsistem, yaitu fonologi, gramatika, dan leksikon.
2.
Bahasa berwujud lambang
Lambang dengan berbagai
seluk beluknya dikaji orang dalam bidang kajian ilmu semiotik, yaitu ilmu yang
mempelajari tanda-tanda yang ada dalam kehidupan manusia. Lambang adalah hal
atau benda yang mewakili sesuatu, atau hal yang menimbulkan reaksi yang sama
bila orang menanggapi apa yang
diwakilinya itu. Bahasa mewakili sesuatu, sehingga bahasa itu memiliki makna,
artinya bahasa berkaitan dengan segala aspek kehidupan dan alam sekitar
3.
Bahasa berupa bunyi
Menurut Kridalaksana
(1983) bunyi adalah kesan pada pusat saraf sebagai akibat dari getaran gendang
telinga yang bereaksi karena perubahan dalam tekanan udara. Bunyi bahasa adalah
bunyi yang dihasilkan alat ucap manusia termasuk bunyi bahasa.
4.
Bahasa bersifat arbitrer
Kata arbitrer bisa
diartikan “sewenang-wenang, berubah, tidak tetap, manasuka”. Yang dimaksud
dengan istilah arbitrer itu adalah tidak adanya hubungan wajib antara lambang
bahasa ( yang terwujud bunyi itu)dengan konsep atau pengertian yang dimaksud oleh
lambang tersebut. Ferdinant de Saussure (1966: 67) dalam dikotominya
membedakan apa yang dimaksud signifiant dan signifie. Signifiant
(penanda) adalah lambang bunyi itu, sedangkkan
signifie adalah pertanda
konsep yang dikandung signifiant.
5.
Bahasa itu bermakna
Salah satu sifat hakiki
dari bahasa adalah bahasa itu berwujud lambang. Sebagai lambang, bahasa
melambangkan suatu pengertian, suatu konsep, suatu ide atau suatu pikiran yang
ingin disampaikan dalam wujud bunyi itu. Maka, dapat dikatakan bahwa bahasa itu
mempunyai makna. Sesuatu diberi makna di dalam bahasa tertentu karena
demikianlah kesepaktan pemakai bahasa itu, dan para pemakai baru tinggal
mempelajarinya.
6.
Bahasa bersifat konvensional
Semua anggota
masyarakat bahasa itu mematuhi konvensi bahwa lambang tertentu digunakan untuk
mewakili konsep yang diwaakilinya. Misalnya, binatang berkaki empat yang dapat
ditunggangi, dilambangkan dengan bunyi (kuda), sehingga seluruh masyarakat
berbahasa indonesia harus mematuhinnya.
7.
Bahasa bersifat unik
Tiap bahasa memiliki
ciri khas spesifik yang tidak harus ada dalam bahasa lain, seperti sistem
bunyi, pembentukan kata, pembentukan kalimat, dan lain-lain.
8.
Bahasa bersifat universal
Tiap bahasa memiliki
sifat-sifat bahasa yang sama seperti yang dimiliki oleh bahasa lain. Misalnya,
ciri universal bahasa yang paling umum adalah bahwa bahasa itu mempunyai bunyi
yang tersdiri dari vokal dan konsonan.
9.
Bahasa bersifat produktif
Sebagai sistem dari
unsur-unsur yang jumlahnya terbatas, bahasa dipakai secara tidak terbatas oleh
pemakainya, meski secara relatif, sesuai dengan sistem yang berlaku dalam
bahasa itu.
10.
Bahasa bervariasi
Anggota masyarakat
suatu bahasa biasanya terdiri dari berbagai orang dengan berbagai status sosial
dan latar belakang budaya yang tidak sama. Karena perbedaan tersebut, maka
bahasa yang digunakan menjadi variasi. Bahasa itu dipakai oleh kelompok manusia
berdasarkan jenis kelamin, usia, kedudukan, profesi, tingkat sosial, dan lain
sebagainya.
11.
Bahasa bersifat dinamis
Bahasa tidak pernah lepas
dari segala kegiatan dan gerak manusia sepanjang keberadaan manusia itu sebagai
makhluk hidup yang berbudaya dan bermasyarakat. Karena keterkaitan dan
berkaitan bahasa itu dengan manusia, sedangkan dalam kehidupannya dalam
masyarakat kegiatan manusia itu selalu berubah maka bahasa menjadi ikut
berubah, menjadi tidak tetap, menjadi dinamis.
12.
Bahasa itu manusiawi
Alat komunikasi manusia
berbeda dengan binatang. Alat komunikasi binatang bersifat tetap, statis.
Sedangkan alat komunikasi manusia, yaitu bahasa bersifat produktif dan dinamis
maka, bahasa bersifat manusiawi, dalam arti bahasa itu hanya milik manusia dan
hanya dapat dipergunakan oleh manusia
Daftar Pustaka
Daftar Pustaka
Chaer, Abdul. 2007. Linguistik
Umum. Jakarta: Rineka Cipta
Santoso, Sukrisno. 2009. Resume Buku Linguistik Umum Karya Abdul Chaer. Resume (Online) diakses pada 10 Februari 2017 di
http://sastra33.blogspot.com/2011/06/linguistik-umum-22.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar