Minggu, 26 Februari 2017

fungsi dan ragam bahasa



RANGKUMAN
“Fungsi dan Ragam Bahasa”
Dosen Pengampuh:
Ady Saputra, M.Pd




Di susun oleh :
                               NAMA       : VANI ANGGRAINI
  NPM          : 1640605040
  LOKAL      : A





PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN
FEBRUARI 2017



FUNGSI DAN RAGAM BAHASA
A.    Pengertian Bahasa
Menurut Groys Keraf (1997 : 1), Bahasa adalah alat komunikasi antara anggota masyarakat beruba simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Mungkin ada yang keberatan dengan mengatakan bahwa bahasa bukan satu-satunya alat untuk mengadakan komunikasi. Mereka menunjukkan bahwa dua orang atau pihak yang mengadakan komunikasi dengan menggunakan cara-cara tertentu yang telah disepakati bersama. Lukisan-lukisan, asap api, bunyi gendang atau tong-tong dan sebagainya. Tetapi mereka itu harus mengakui pula bahwa bila dibandingkan dengan bahasa, semua alat komunikasi tadi mengandung banyak segi yang lemah
B.     Fungsi Bahasa
Menurut Felicia (2001 : 1), dalam berkomunikasi sehari-hari, salah satu alat komunikasi yang paling sering digunakan adalah bahasa, baik bahasa  lisan maupun bahasa tulis. Begitu dekatnya kita kepada bahasa, terutama bahasa Indonesia, sehingga tidak dirasa perlu untuk mendalami dan mempelajari bahasa Indonesia secara lebih jauhh. Akibatnya, sebagai pemakai bahasa, orang indonesia tidak terampil menggunakan bahasa. Suatu kelemahan yang tidak disadari.
Fungsi bahasa secara umum adalah sebagai alat untuk berekspresi, berkomunikasi, dan alat untuk mengadakan integrasi dan adaptasi sosial.
a.    Untuk tujuan praktis, yaitu sebagai alat perhubungan dalam pergaulan sehari-hari
b.    Untuk tujuan estetika, yaitu sebagai alat pemuasan rasa estetika
c.    Untukk tujuan kecendekiaan, yaitu sebagai alat dan pemelajaran pengetahuan
d.   Untuk tujuan filologi, yaitu sebagai alat mengkaji naskah kuno, latar sejarah bahasa dan bangsa, budaya dan pengembangan bangsa.
Fungsi bahasa Indonesia secara khusus
a.       Sebagai bahasa kebangsaan (nasional) sesuatu bahasa itu berfungsi sebagai alat
1.      Lambang kebanggan nasional yang mencerminkan nilai sosial  budaya masyarakat.
2.      Lambang jati diri nasional yang mengekang kemasukkan unsur asing kecuali yang dianggap perlu berasaskan tata cara tertentu.
3.      Alat pemersatu masyarakat yang berbeda latang budaya dengan berbagai kepentingan.
4.      Alat perhubungan antara daerah dan antara budaya yang saling merentasi
Fungsi ini terdapat dalam “Hasil Perumusan Seminar Politik Bahasa Nasioanl”yang diselenggarakan di Jakarta  pada tanggal 25-28 Februari 1975 antara lain menegaskan bahwa dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional.
b.      Sebagai Bahasa Negara
Bahasa negara adalah bahasa yang digunakan dalam administrasi Negara baik secara lisan maupun tulisan. Posisi bahasa Negara ini dapat dilihat pemakaiannya dalam pemeritahan secara resmi. Dalam aktivitas kenagaraan, bahasa Negara mempunyai empat fungsi, yaitu:
1.      Bahasa resmi kenegaraan
2.      Bahasa pengantar resmi di sekolah dan universitas
3.      Bahas resmi tingkat nasional dalam kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan Indonesia
4.      Bahasa resmi kebudayaan dalam pengembangan kebudayaan, ilmu, teknologi dan komunikasi di Indonesia.
Bahasa resmi Negara ini dikukuhkan dalam UUD 1945, pasal 36 bab XV sehingga telah memainkan perannya dalam kehidupan bernegara. Fungsi ini terdapat dalam Dalam “Hasil Perumusan Seminar Politik Bahasa Nasional” yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 25-28 Februari 1975 dikemukakan bahwa di dalam kedudukannya sebagai bahasa Negara.

c.       Fungsi bahasa dalam masyarakat
1.      Alat untuk berkomunikasi dengan sesama manusia
2.      Alat untuk bekerja sama dengan sesama manusia
3.      Alat mengidentifikasi diri

C.    Ragam Bahasa
Ragam bahasa adalah variasi bahasa yang pemakaiannya berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, lawan bicara, dan orang yang dibicarakan, serta menurut media pembicaraan.
1. Macam-macam ragam bahasa :
1.         Ragam baku adalah ragam bahasa yang oleh penuturnya dipandang sebagai ragam yang baik. Ragam ini biasa dipakai dalam kalangan terdidik, karya ilmiah, suasana resmi, atau surat resmi.
2.         Ragam cakapan (ragam akrab) adalah ragam bahasa yang dipakai apabila pembicara menganggap kawan bicara sebagai sesama, lebih muda, lebih rendah statusnya atau apabila topik pembicara bersifat tidak resmi.
3.         Ragam hormat adalah ragam bahasa yang dipakai apabila lawan bicara orang yang dihormati, misalnya orang tua dan atasan.
4.         Ragam kasar adalah ragam bahasa yang digunakan dalam pemakaian tidak resmi di kalangan orang yang saling mengenal.
5.         Ragam lisan adalah ragam bahasa yang diungkapkan melalui media lisan, terkait oleh ruang dan waktu sehingga situasi pengungkapan dapat membantu pemahaman. Bahasa lisan lebih ekspresif di mana mimik, intonasi, dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan. Ragam lisan dapat kita temui, misalnya pada saat orang berpidato atau memberi sambutan, dalam situasi perkuliahan, ceramah, dan ragam lisan yang non standar, misalnya dalam percakapan antar teman, di pasar, atau dalam kesempatan non formal lainnya.
6.         Ragam resmi adalah ragam bahasa yang dipakai dalam suasana resmi.
7.         Ragam tulis adalah ragam bahasa yang digunakan melalui media tulis, tidak terkait ruang dan waktu sehingga diperlukan kelengkapan struktur sampai pada sasaran secara visual. Ragam tulis pun dapat berupa ragam tulis yang standar maupun non standar. Ragam tulis yang standar kita temui dalam buku-buku pelajaran, teks, majalah, surat kabar, poster, iklan. Kita juga dapat menemukan ragam tulis non standar dalam majalah remaja, iklan, atau poster.
8.         Ragam bahasa pada bidang tertentu seperti bahasa istilah hukum, bahasa sains, bahasa jurnalistik, dsb.
9.         Ragam bahasa perorangan atau idiolek seperti gaya bahasa mantan presiden Soeharto, gaya bahasa Benyamin s, dan lain sebagainya.
10.     Ragam bahasa pada kelompok anggota masyarakat suatu wilayah atau dialek seperti dialek bahasa Madura, Medan, Sunda, Bali, Jawa, dan lain sebagainya.
11.     Ragam bahasa pada kelompok anggota masyarakat suatu golongan sosial seperti ragam bahasa orang akademisi beda dengan ragam bahasa orang-orang jalanan.
           
                                    Macam-macam ragam bahasa yang disebutkan diatas dapat dibedakan lagi menjadi sebagai berikut :


Berdasarkan pokok pembicaraan :
1.      Ragam bahasa undang-undang
2.      Ragam bahasa jurnalistik
3.      Ragam bahasa ilmiah
4.      Ragam bahasa sastra


Berdasarkan media pembicaraan :     
 Ragam lisan yang antara lain meliputi:
1.      Ragam bahasa cakapan
2.      Ragam bahasa pidato
3.      Ragam bahasa kuliah
4.      Ragam bahasa panggung



2. Ciri-ciri ragam bahasa lisan :
1.      Adanya lawan bicara 
2.      Terikat waktu dan ruang
3.      Dapat dibantu dengan mimik muka/wajah, intonasi, dan gerakan anggota tubuh
4.      Unsur-unsur dramatika biasanya dinyatakan dihilangkan atau tidak lengkap

            Ragam tulis yang antara lain meliputi:
1.      Ragam bahasa teknis
2.      Ragam bahasa undang-undang
3.      Ragam bahasa catatan
4.      Ragam bahasa surat
     
3. Ciri-ciri ragam bahasa tulis :
1.      Tidak mengharuskan kedatangan/kehadiran pembaca
2.       Diperlukan ejaan atau tanda baca Kalimat ditulis secara lengkap
3.      Komunikasi resmi
4.      Wacana teknis
5.      Pembicaraan di depan khalayak ramai
6.      Pembicaraan dengan orang yang dihormati

Bahasa lisan lebih ekspresif di mana mimik, intonasi, dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan. Lidah setajam pisau / silet oleh karena itu sebaiknya dalam berkata-kata sebaiknya tidak sembarangan dan menghargai serta menghormati lawan bicara / target komunikasi.

            Bahasa isyarat atau gesture atau bahasa tubuh adalah salah satu cara bekomunikasi melalui gerakan-gerakan tubuh. Bahasa isyarat akan lebih digunakan permanen oleh penyandang cacat bisu tuli karena mereka memiliki bahasa sendiri.
       
Ragam bahasa menurut hubungan antarpembicara, dibedakan menurut akrab tidaknya pembicara:
1.    bahasa resmi
2.    Ragam bahasa akrab
3.    Ragam bahasa agak resmi
4.    Ragam bahasa santai, dan sebagainya

Daftar Pustaka

Agus, Ruhyadi. 2009. Diktat Kuliah Bahasa Indonesia. Bekasi

            Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan Nasional RI.2010. Panduan EYD dan Tata Bahasa Indonesia. Jakarta : Transmedia
                             
            http://organisasi.org/definisi-pengertian-bahasa-ragam-dan-fungsi-bahasa-pelajaran bahasa-indonesia
 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar