RANGKUMAN
“Bahasa Baku dan Non Baku”
Dosen Pengampuh:
Ady Saputra, M.Pd
Di
susun oleh :
NAMA
: VANI ANGGRAINI
NPM
: 1640605040
LOKAL
: A
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN
2017
2017
Bahasa
Baku dan Non Baku
A.
Pengertian Bahasa Baku
Halim
(1980) mengatakan bahwa bahasa baku adalah ragam bahasa yang dilembagakan dan
diakui oleh sebagian masyarakat, dipakai sebagai ragam resmi dan sebagai
kerangka rujukan norma bahasa dan penggunaannya.
Pei
dan Geynor (1954:203) mengatakan bahwa bahasa baku adalah dialek suatu bahasa
yang memiliki keistimewaan sastra dan budaya melebihi dialek-dialek lainnya,
disepakati penutut dialek-dialek lain sebagai bahasa yang paling sempurna.
1. Pengertian Bahasa Indonesia Baku
Bahasa Indonesia baku adalah salah satu ragam bahasa
Indonesia yang bentuk bahasanya
telah dikodifikasi, diterima, dan difungsikan atau dipakai sebagai model oleh masyarakat
Indonesia secara luas.
2. Fungsi Bahasa Baku
Bahasa Indonesia baku mempunyai
empat fungsi, yaitu pemersatu, penanda kepribadian, penambah wibawa
dan kerangka acuan.
a) Bahasa Indonesia baku berfungsi
pemersatu.
Bahasa Indonesia baku mempersatukan atau
memperhubungkan penutur berbagai dialek bahasa itu. Bahasa Indonesia baku
mempersatukan mereka menjadi satu masyarakat bahasa Indonesia baku. Fungsi
pemersatu ini ditingkatkan melalui usaha memberlakukannya sebagai salah
satu syarat atau ciri manusia Indonesia modern.
b) Bahasa Indonesia baku berfungsi
sebagai penanda kepribadian.
Bahasa Indonesia baku merupakan ciri khas yang
membedakannya dengan bahasa-bahasa lainnya. Bahasa Indonesia baku
memperkuat perasaan kepribadian nasional masyarakat bahasa Indonesia
baku. Dengan bahasa Indonesia baku kita menyatakan identitas kita.
c) Bahasa Indonesia baku berfungsi
penambah wibawa.
Pemilikan bahasa Indonesia baku akan membawa
serta wibawa atau prestise. Fungsi pembawa wibawa berkaitan dengan usaha
mencapai kesederajatan dengan peradaban lain yang dikagumi melalui pemerolehan
bahasa baku. Warga masyarakat secara psikologis akan
mengidentifikasikan bahasa Indonesia baku dengan masyarakat dan kebudayaan
modern dan maju sebagai pengganti pranata, lembaga, bangunan indah, jalan
raya yang besar.
d) Bahasa Indonesia baku berfungsi
sebagai kerangka acuan.
Bahasa Indonesia baku berfungsi sebagai kerangka acuan
bagi pemakainya dengan adanya norma atau kaidah yang dikodifikasi
secara jelas. Norma atau kaidah bahasa Indonesia baku itu menjadi tolok
ukur pemakaian bahasa Indonesia baku secara benar.
3. Ciri-ciri Bahasa Baku
Ciri-ciri bahasa Indonesia baku dan bahasa Indonesia
nonbaku telah dibuat oleh para pakar bahasa dan pengajaran bahasa
Indonesia. Mereka itu antara lain Harimurti Kridalaksana, Anton M.
Moeliono, dan Suwito. Ciri-ciri Bahasa Indonesia Baku sebagai berikut:
a)
Pelafalan
sebagai bagian fonologi bahasa Indonesia baku adalah pelafalan yang
relatif bebas dari atau sedikit diwarnai bahasa daerah atau dialek.
Contohnya :
- kata keterampilan diucapkan ketrampilan
- kata apotek diucapkan apotik
- kata andal diucapkan handal
- kata aktif diucapkan aktip
- kata izin diucapkan ijin
b)
Bentuk kata
yang berawalan me- dan ber- dan lain-lain
sebagai bagian morfologi bahasa Indonesia baku ditulis atau
diucapkan secara jelas dan tetap di dalam kata.
Contohnya :
- Banjir menyerang kampung yang
banyak penduduknya itu.
- Kuliah sudah berjalan dengan baik.
- Ibu membelikan
jilbab kakak
- Ayah menolong
Ida yang sedang terjatuh
- Nadia senang menari
tradisional
c)
Konjungsi
sebagai bagian morfologi bahasa Indonesia baku ditulis secara jelas dan
tetap di dalam kalimat.
Contohnya :
- Sampai dengan
hari ini ia tidak percaya kepada siapa pun, karena semua
di anggapnya penipu.
- Fatih dari kecil sudah mulai hafal Al Quran sehingga haris sekarang
menjadi
seorang hafiz Quran.
- Nadia bangun sanagat pagi sekali agar tidak
ketinggalan bus sekolah.
- Ibu Lisa sakit sehingga Lisa pergi ke apotek untuk membeli obat.
- Ayah Dani adalah seorang atlet dan Dani bercita-cita akan menjadi atlet
seperti
ayahnya
d)
Partikel –kah,
-lah dan –pun sebagai bagian morfologi bahasa Indonesia baku
ditulis secara jelas dan tetap di dalam kalimat.
Contohnya :
-Bacalah buku itu sampai selesai!
-Bagaimanakah cara kita memperbaiki kesalahan
diri?
-Bagaimanapun kita harus menerima perubahan ini
dengan lapang dada.
-Apakah melissa
suka dengan pemberianku?
-Bicaralah dengan
jelas sehingga aku mengerti apa yang kamu bicarakan
e)
Preposisi
atau kata dengan sebagai bagian morfologi bahasa Indonesia baku dituliskan
secara jelas dan tetap dalam kalimat.
Contohnya :
- Saya bertemu dengan adiknya
kemarin.
- Ia benci sekali kepada orang itu.
- Ibu guru memberikan izin kepada muridnya dikarenakan sakit
- Lisa sedang memerikssa tugasnya dengan detail agar tidak ada
kesalahan
- Iqbaal mulai meniti karier sejak kecil dan masih aktif
sampai sekarang.
f)
Bentuk kata
ulang atau reduplikasi sebagai bagian morfologi bahasa Indonesia baku
ditulis secara jelas dan tetap sesuai dengan fungsi dan tempatnya di dalam
kalimat.
Contohnya :
-Mereka-mereka itu harus diawasi setiap saat.
-Semua negara-negara melaksanakan pembangunan
ekonomi.
-Suatu titik-titik pertemuan harus dapat dihasilkan dalam
musyawarah
Itu.
- Lubang-lubang
dijalanan itu sangat banyak.
- Misi-misi
yang diberikan guru sasuke sangat sulit.
g)
Kata ganti
atau polaritas tutur sapa sebagai bagian morfologi bahasa Indonesia baku
ditulis secara jelas dan tetap dalam kalimat.
Contohnya :
- Saya – anda bisa bekerja sama di dalam pekerjaan
ini.
- Aku – engkau sama-sama berkepentingan tentang
problem itu.
- Saya – Saudara memang harus bisa berpengertian yang
sama.
- Saya – anda termasuk siwa yang berprestasi`
-Aku – kamu harus memilih apa yang terbaik untuk kita.
h)
Pola
kelompok kata kerja aspek + agen + kata kerja sebagai bagian kalimat
bahasa Indonesia baku ditulis dan diucapkan secara jelas dan tetap di
dalam kalimat.
Contohnya:
-Surat Anda sudah saya baca.
-Kiriman buku sudah dia terima.
-Karangan novel anda sudah saya terbitkan.
-Kiriman kue anda sudah
saya makan.
- Ikan dikolam itu sudah
saya beri makan.
i)
Konstruksi
atau bentuk sintesis sebagai bagian kalimat bahasa Indonesia baku ditulis
atau diucapkan secara jelas dan tetap di dalam kalimat.
Contohnya :
-Saudaranya
-Dikomentari
-Mengotori
-Harganya
-Mengkritik
j)
Fungsi
gramatikal (subyek, predikat, obyek sebagai bagian kalimat bahasa
Indonesia baku ditulis atau diucapkan secara jelas dan tetap dalam
kalimat.
Contohnya :
-Kepala Kantor pergi keluar negeri.
-Rumah orang itu bagus.
-Tugas itu harap dilaksanakan dengan baik.
-Bupati pergi dinas keluar daerah
-Siswa pergi ke sekolah
k)
Struktur
kalimat baik tunggal maupun majemuk ditulis atau diucapkan secara jelas
dan tetap sebagai bagian kalimat bahasa Indonesia baku di dalam kalimat.
Contohnya :
-Mereka sedang mengikuti perkuliahan dasar-dasar
Akuntansi I. Sebelum
analisis data
dilakukannya, dia mengumpulkan data secara sungguh-
sungguh.
-Mereka memakan makanan itu dengan cepat.
-Nana pergi ke sekolah sedangkan Andi tinggal di
rumah.
-Setelah membersihkan pekarangan rumah, kemudian dia
membakar
sampah.
-Walaupun dia sangat kaya, hidupnya sederhana.
l)
Kosakata
sebagai bagian semantik bahasa Indonesia baku ditulis atau diucapkan
secara jelas dan tetap dalam kalimat.
Contohnya :
-Mengapa,
-Tetapi,
-Bagaimana,
-Memberitahukan
-Mengatakan
m)
Ejaan resmi
sebagai bagian bahasa Indonesia baku ditulis secara jelas dan tetap baik
kata, kalimat maupun tanda-tanda baca sesuai dengan Ejaan Bahasa Indonesia
yang Disempurnakan.
n)
Peristilahan
baku sebagai bagian bahasa Indonesia baku dipakai sesuai dengan Pedoman
Peristilahan Penulisan Istilah yang dikeluarkan oleh Pemerintah melalui
Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa (Purba, 1996 : 63 – 64).
B.
Pengertian Bahasa
Tidak Baku
Istilah
bahasa nonbaku ini terjemahan dari “nonstandard language”. Istilah bahasa
nonstandar ini sering disinonimkan dengan istilah “ragam subbaku”, “bahasa
nonstandar”, “ragam takbaku”, bahasa tidak baku”, “ragam nonstandar”.
Suharianto
berpengertian bahwa bahasa nonstandar atau bahasa tidak baku adalah salah
satu variasi bahasa yang tetap hidup dan berkembang sesuai dengan
fungsinya, yaitu dalam pemakaian bahasa tidak resmi (1981 : 23).
Alwasilah
berpengertian bahwa bahasa tidak baku adalah bentuk bahasa yang biasa
memakai kata-kata atau ungkapan, struktur kalimat, ejaan dan pengucapan
yang tidak biasa dipakai oleh mereka yang berpendidikan (1985 : 116).
Bahasa
Indonesia tidak baku adalah salah satu ragam bahasa Indonesia yang tidak dikodifikasi, tidak
diterima dan tidak difungsikan sebagai model
masyarakat Indonesia secara luas, tetapi dipakai oleh masyarakat secara khusus.
No
|
Kata baku
|
Kata tidak
baku
|
Contoh
kalimat baku
|
1.
|
Atlet
|
Atlit
|
Rian seorang
atlet renang
|
2.
|
Apotek
|
Apotik
|
Dina membeli
obat di apotek
|
3.
|
Andal
|
Handal
|
Lisa seorang
perenang yang andal
|
4.
|
Bus
|
Bis
|
Lala menaiki
bus
|
5.
|
Cabai
|
cabe
|
Harga cabai
mulai mahal
|
6.
|
Diagnosis
|
Diagnosa
|
Dokter
mendiagnosis lisa sakit demam
|
7.
|
Ekstrem
|
Ekstrim
|
Cuaca bulan
ini sangat ekstrem
|
8.
|
Hafal
|
Hapal
|
Raras
menghafal Al Quran
|
9.
|
izin
|
Ijin
|
Febri izin
sekolah
|
10.
|
Imbau
|
Himbau
|
Warga di
imbau untuk tidak mendekat
|
11.
|
Jadwal
|
Jadual
|
Hari senin
jadwal robby sangat padat
|
12.
|
Jenderal
|
Jendral
|
Haris
merupakan anak jenderal
|
13.
|
kualitas
|
kuwalias
|
Baju Nanda
meiliki kualitas yang bagus
|
14.
|
Nasihat
|
Nasehat
|
Ibu
memberikan Dani nasihat
|
15.
|
Gizi
|
Gisi
|
Bayi Nisa
memiliki gizi yang baik
|
16.
|
Komplet
|
Komplit
|
Masakan ibu
bumbunya komplet
|
17.
|
Kreativitas
|
Kreatifitas
|
Kreativitas
untuk membuat barang bekas menjadi barang yang berguna
|
18.
|
Lubang
|
Lobang
|
Baju gladys
berlubang
|
19.
|
pikir
|
fikir
|
Nisa berpikir
untuk memecahka soal matematika
|
20.
|
Kualifikasi
|
Kwalifikasi
|
Kualifikasi
motogp akan dilaksanakan pada hari sabtu
|
Zainal
Nusyirwan. 2013. Bahasa baku dan Non Baku dalam Bahasa Indonesia.
(online) http://zainalnusyirwan.blogspot.co.id/2013/04/bahasa-baku-dan-non-baku-dalam-bahasa.html diakses pada
pukul 02:00 28 Februari 2017
Vicosta
Efran. 2011. EYD Ejaan Yang Disempurnakan dan Tata Bahasa Indonesia.
Jakarta: JAL Publishing.
Fatya
Permata Anbiya. 2010. Panduan EFD dan Tata Bahasa Indonesia. Jakarta:
Transmedia.
Rukanah.
2016. Penggunaan Kata Baku dan Tidak Baku dalam Bahasa Indonesia.
(online) https://rukanahep.wordpress.com/2016/04/05/makalah-penggunaan-kata-baku-dan-tidak-baku-dalam-bahasa-indonesia/ diakses
pada pukul 15:40 27 Februari 2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar